Kontribusi Aktif Penelitian Mahasiswa S2 Arsitektur Untag Surabaya dalam International Conference on Innovation and Community Engagement (ICoICE) 2024
03Des
Berita Dilihat 127 Kali

Kontribusi Aktif Penelitian Mahasiswa S2 Arsitektur Untag Surabaya dalam International Conference on Innovation and Community Engagement (ICoICE) 2024

Mahasiswa Program Magister Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menunjukkan kontribusi aktifnya dalam seminar International Conference on Innovation and Community Engagement (ICoICE) 2024 yang diadakan oleh Untag Surabaya pada 31 Oktober  1 November 2024 dengan tema Circular Futures: Innovation for Sustainable Growth and Prosperity.

Konferensi yang turut dihadiri oleh 5 negara di Asia tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya. Para mahasiswa Magister Arsitektur Untag Surabaya turut hadir memberikan presentasi atas penelitian inovatif yang mendukung pengembangan komunitas di bidang Arsitektur dan keberlanjutan lingkungan. 

Salah satu mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam ICoICE 2024, Teddy Aria Permana Noerkamiden mengangkat judul “Collaboration of Architects in Providing Social Facilities After the 2019-2019 Earthquake Disaster in Lombok Case Study: Community Learning Center, Rembitan - Central Lombok, NTB (2019)” dalam penelitiannya.

Dalam penelitiannya, Teddy membahas mengenai sebuah fasilitas yang didirikan pada bencana gempa bumi sebuah studi kasus pada salah satu komunitas yang benama Community Learning Center (CLC) yang didirikan sebagai bentuk respon bencana yang terjadi pada tahun 2018 di Lombok.

“CLC berfungsi sebagai salah satu objek resiliensi atau ketahanan masyarakat khususnya di Lombok Tengah,” jelasnya dilansir dari akun Instagram @teknik.untagsurabaya.

Melalui penelitiannya, Teddy menekankan bahwa dalam membangun sebuah fasilitas pasca gempa di Lombok tersebut, seorang arsitek turun berperan andil dalam menciptakan ketahanan bangunan fasilitas.

“Dalam prosesnya CLC ini membutuhkan kolaborasi antaranya arsitek, masyarakat dan pemerintah setempat hingga menjadikan kolaborasi ini menjadi satu bagian yang mewujudkan CLC milik masyarakat,” lanjut Teddy.

Mahasiswa S2 Arsitektur Untag Surabaya itu turut mengungkapkan bahwa harapan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh CLC ini dapat menjadi satu percontohan sebagai objek arsitektur yang memiliki resilience masa depannya.

Resilience sendiri dalam dunia Arsitektur memiliki sebuah makna dimana sebuah bangunan yang berdiri mampu bertahan dan berfungsi meski terjadinya sebuah bencana atau tekanan di masa yang akan datang.

Hal ini sesuai dengan keunggulan yang dimiliki dari Program Studi Magister Arsitektur Untag Surabaya, dimana pada kurikulumnya berfokus kepada pengutamaan potensi kearifan llokal dalam menghasilkan produk arsitektur yang berketahanan dalam memitigasi bencana, beradaptasi dengan gangguan serta bangkit pasca gangguan bencana.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Untag Surabaya